Wajah Privatisasi Transportasi Jakarta

January 10, 2017Admin

Andre Vltchek mengatakan Jakarta sebagai kota fasis sempurna. Filosof Slavoc Zizek mengingatkan bahwa dalam kapitalisme sebuah kota, realitas tidak terlalu penting karena yang penting adalah pergerakan kapital.

Wajah privatisasi menggurita hampir di segala hal di Jakarta. Semua sudut kota menjadi karnaval gerai bisnis, mulai dari yang paling mewah hingga yang kumuh.

Di mata banyak warganya, Jakarta dibangun seakan untuk memusuhi penghuninya. Kota di defisinikan dengan selera pasar dan bisnis, akibatnya warga tidak punya kendali atas nasib diri dan kotanya.

Apa yang disebut publik seperti tidak relevan dalam pembangunan kota. Orang berbondong – bondong dipaksa menjadi konsumen untuk hal – hal yang sebenarnya adalah sebagai layanan publik dan menjadi tanggung jawab pemerintah.

Jakarta adalah kota penyanggah bagi kota – kota disekitarnya yaitu Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang total berpopulasi 28 juta orang. Dengan itu menjadikan Jakara sebagai kawasan urban terbesar di dunia setelah Tokyo -Yokohama.

Ibukota Indonesia ini pernah dijuluki oleh Pusat Studi Urban dan Desain [PSUD] sebagai kota terburuk di Indonesia. Kota ini tidak indah secara visual, tidak berfungsi secara benar dalam hal tata kota dan miskin fasilitas publik.

Selain itu, mobilitas warga menjadi salah satu masalah penting Jakarta yang semakin kritis. Pada banyak hal, kepentingan publik yang semestinya menjadi dasar mengambil kebijakan, tertolak oleh kepentingan sentra – sentra kapital yang mengalahkan kepentingan publik.

Ratusan triliun kerugian ekonomi, sosial dan lingkungan terbuang sia – sia begitu saja setiap tahun akibat kegagalan pemerintah dalam membangun infrastruktur pendukung kebijakan publik.

Jakarta punya beban akibat privatisasi kebijakan yang dilakukannya, karena Jakarta selalu menjadi ukuran dan rujukan kota lain di Indonesia. Apa yang terjadi di Jakarta, umumnya akan di ikuti oleh kota – kota lain.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post