Tagih Janji SBY, Pengungsi Syi’ah Sampang Gowes Sepeda ke Jakarta

June 4, 2013Admin

http://lbhuniversalia.org/images/stories/ykmx2mm0xm.jpgMeski menuai banyak kritik dan kontroversi dari berbagai pihak karena makin meningkatnya tingkat intoleransi beragama di Indonesia di masa pemerintahannya, SBY tetap menerima penghargaan Worlds Statesment Award dari Appeal of Conscience Foundation (ACF). Dan SBY pun pulang ke Indonesia mengusung gelar ‘Presiden Toleran’. Hal ini membuat ratusan pengungsi Syi’ah Sampang yang sudah 9 bulan terlunta-lunta di GOR Sampang karena kasus kekerasan dan intoleransi ingin kembali menagih janji Presiden SBY untuk melindungi dan menjamin hak-hak mereka sebagai warga Negara Indonesia.

Dengan keteguhan tekad mempertahankan hak-haknya sebagai manusia dan warga Negara, bertepatan dengan hari lahir Pancasila, 1 Juni 2013 inilah, 10 pengungsi Sampang menggowes sepeda ke Jakarta menemui SBY. Menggunakan sepeda ontel dan kain putih bertuliskan tuntutan mereka, para penggowes ini menuju Jakarta. Mereka ingin menagih janji SBY dan mengantarkan surat wasiat dari warga Syi’ah Sampang di pengungsian.

Sebagaimana diketahui, warga Muslim Syi’ah Sampang di Nangkernang, 26 Agustus 2012 lalu diserang oleh sekelompok takfiri dan anti kebhinekaan yang mengakibatkan puluhan rumah dibakar, harta benda dan hewan ternak dijarah, hingga satu jiwa terbunuh. Sementara Ustad Tajul, pimpinan Syi’ah Sampang yang menjadi korban penyerangan justru dipenjara hingga saat ini.

Janji-janji Presiden SBY yang hendak ditagih oleh pengungsi Syi’ah Sampang di antaranya adalah janji SBY untuk menyusun strategi tentang rekonsiliasi sampai ke akar-akarnya. Kedua memulangkan pengungsi yang sudah selama 9 bulan berada di GOR Sampang. Dan ketiga, mereka sudah empat kali kehilangan mendapatkan suplai makanan, dan minuman, rumah mereka terbakar dan belum kembali, harta mereka dijarah dan harus diberikan kompensasi. SBY juga mesti memberikan jaminan keamanan dan mewujudkan kerukunan bagi mereka sebagaimana warga Negara lainnya.

Sebelumnya, dalam pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menerima penghargaan ini, ia menyatakan tidak akan mentoleransi setiap bentuk kekerasan oleh siapapun yang mengatasnamakan agama. Ia juga berjanji tidak akan membiarkan tempat-tempat ibadah agama manapun dinodai atas alasan apapun. Dia berjanji akan selalu melindungi kaum minoritas dan memastikan tidak ada yang terdiskriminasi. (LBHU/JA)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post