SEKALI LAGI, STOP KRIMINALISASI TERHADAP PDT. PALTI PANJAITAN (PIMPINAN JEMAAT HKBP FILADELFIA)

May 4, 2013Admin

Pada hari ini, Kamis 02 Mei 20013, PDT. PALTI PANJAITAN, STh, pimpinan Jemaat HKBP Filadelfia, Tambun, Bekasi, kembali diperiksa sebagai tersangka di Polres Kota Bekasi. Hal ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan Pdt. Palti Panjaitan sebagai saksi pada tanggal 28 Januari 2013 dan pemeriksaan pada tanggal 20 Maret 2013 sebagai tersangka di Polres Kota Bekasi. Pemeriksaan terhadap Pdt. Palti Panjaitan ini didasarkan pada laporan salah seorang dari massa intoleran, yaitu SDR. ABDUL AZIS, ke Polres Kota Bekasi, dengan nomor laporan: LP/1395/K/XII/2012/SPK/Restra Bekasi, tanggal 24 Desember 2012 atas nama Pelapor Sdr. Abdul Azis. Terlapornya: Pdt. Palti Panjaitan. Tindak pidana yang dituduhkan adalah penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352 Jo 335 KUHP. Tindak pidana yang dilaporkan ini adalah peristiwa yang terjadi pada ibadah malam Natal 24 Desember 2012 di Desa Jejalen Jaya, Tambun, Bekasi.

Tentu pemeriksaan terhadap Pdt. Palti Panjaitan baik sebagai saksi maupun sebagai tersangka patut dipertanyakan dari substansi hukum yang sesungguhnya. Sebab, dalam  faktanya Pdt. Palti Panjaitan dan Jemaat HKBP Filadelfia adalah korban kekerasan massa intoleran pada ibadah malam Natal 24 Desember 2012 yang dipimpin Abdul Azis. Kekerasan yang dilakukan barisan massa intoleran ini adalah menghadang Jemaat HKBP Filadelfia yang hendak menuju lokasi ibadah di Jalan Jejalen Jaya, Tambun, Bekasi untuk melakukan ibadah malam Natal. Penghadangan dilakukan sekitar 500 meter dari lokasi ibadah Jemaat HKBP Filadelfia.

 

Selain penghadangan, massa intoleran juga melakukan pelemparan kepada Pdt. Palti Panjaitan dan Jemaat HKBP Filadelfia, yaitu melempar telur busuk, kotoran hewan, batu, tanah; menyiram air jengkol yang sudah busuk dan air comberan. Ironisnya polisi membiarkan terjadinya aksi kekerasan massa intoleran tersebut.

 

TUDUHAN PEMUKULAN/PENGANIAYAAN MERUPAKAN REKAYASA

Mengenai hal yang dituduhkan kepada Pdt. Palti Panjaitan, yaitu melakukan pemukulan/penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap Sdr. Abdul Azis sesuai dengan laporannya, sesungguhnya tidaklah benar. Itu FITNAH dan REKAYASA. Sebenarnya yang terjadi adalah penghadangan kembali oleh massa intoleran kepada Pdt. Palti Panjaitan saat meninggalkan lokasi penghadangan di desa Jejalen Jaya, Tambun, Bekasi. Waktu itu Pdt. Palti Panjaitan menggunakan sepeda motor dan membonceng isterinya, Emeliana Tambunan. Massa intoleran berusaha mengeroyok Pdt. Palti Panjaitan tapi berhasil ditahan polisi. Namun dari arah depan Abdul Aziz dan rombongannya tidak terjaga polisi.

 

Abdul Azis dan rombongannya berlari menghampiri Pdt. Palti Panjaitan. Kemudian Pdt. Palti Panjaitan turun dari sepeda motornya. Ketika Abdul Azis semakin mendekat, Pdt. Palti Panjaitan menahannya dengan menggunakan 2 (dua) tangannya dengan terbuka. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan diri Pdt. Palti Panjaitan dan istrinya. Jadi, Pdt. Palti Panjaitan hanya menahan Sdr. Abdul Azis, tidak ada mendorong apalagi memukul Abdul Azis. Sebab, bagaimana mungkin Pdt. Palti memukul Abdul Azis, sementara massa intoleran yang merupakan massa yang dipimpin Abdul Azis begitu banyak? Jika benar terjadi pemukulan, tentu ceritanya akan lain. Karena, Abdul Aziz bersama massa intoleran sangat banyak, yang pada saat itu sedang dirasuki amarah, sehingga akan spontan mereka bereaksi membalas dan menyerang balik jika Pdt. Palti melakukan pemukulan seperti yang dituduhkan Abdul Aziz.

 

Dengan situasi sebagaimana disebutkan di atas, sebenarnya peran kepolisian sebagai penegak hukum adalah memberikan perlindungan dan jaminan terhadap Pdt. Palti Panjaitan dan Jemaat HKBP Filadelfia dalam menjalankan hak beragama, beribadah, berkepercayaan dan  berkeyakinan. Sebab, Polisi adalah representasi negara yang seharusnya berkewajiban untuk menghormati (to respect), melindungi (to protect) dan memenuhi (to fulfill) hak setiap warga negara. Hal ini merupakan amanat hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 28E ayat (1) dan ayat (2) UUD 1945 Jo Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 Jo Pasal 22 UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Jo Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 Tentang Ratifikasi Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik atau International Covenan on Civil and Political Rights (ICCPR) Jo Pasal 18 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights).

 

Pertanyaan sekarang, mengapa pihak kepolisian Polres Kota Bekasi justru melakukan proses hukum terhadap Pdt. Palti Panjaitan? Padahal, faktanya Pdt. Palti Panjaitan dan Jemaatnya merupakan korban kekerasan massa intoleran pada ibadah malam Natal 24 Desember 2012 di Desa Jejalen Jaya, Tambun, Bekasi, yang dipimpin Abdul Azis.

 

Ironisnya, laporan HKBP Filadelfia sebanyak 4 (empat) kali di Mabes Polri dan Polda Metro Jaya Jakarta, yaitu pada tanggal 20 April 2012, 06 Mei 2012, 19 Mei 2012, dan yang terakhir adalah pada tanggal 27 Desember 2012 sampai saat ini tidak jelas penanganannya. Laporan itu terkait dengan kekerasan massa intoleran terhadap Pdt. Palti Panjaitan dan Jemaatnya, termasuk pelakunya adalah ABDUL AZIS, USTAD NAIMUN, dan RAMIN yang merupakan aktor intelektual kekerasan terhadap Pdt. Palti dan Jemaatnya. Tapi, kenyataannya para pelaku kekerasan ini masih bebas berkeliaran; sebaliknya korban dikriminalisasikan.

 

Dari hal-hal yang disebukan di atas, kami TIM ADVOKASI DAN LITIGASI HKBP FILADELFIA selaku Kuasa Hukum HKBP Fildelfia, dengan ini mengharapkan Kapolres Kota Bekasi melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. MENGHENTIKAN KRIMINALISASI DAN PROSES HUKUM terhadap Pdt. Palti Panjaitan selaku pimpinan Jemaat HKBP Filadelfia dan Jemaat HKBP Filadelfia, sebab Pdt. Palti Panjaitan dan Jemaatnya merupakan korban kekerasan atas nama agama pada ibadah malam Natal tanggal 24 Desember 2012 di Desa Jejalen Jaya, Tambun, Bekasi dan pada kegiatan-kegiatan ibadah setiap hari Minggu serta kegiatan ibadah lainnya. Dan, Abdul Azis termasuk pelakunya.
  2. MENGELUARKAN SURAT PERINTAH PENGHENTIAN PENYIDIKAN (SP3) terhadap Laporan Polisi Nomor: LP/1395/K/XII/2012/SPK/Restra Bekasi, tanggal 24 Desember 2012, atas nama Pelapor Sdr. Abdul Azis, dengan Terlapornya Pdt. Palti Panjaitan, karena Pdt. Palti Panjaitan bukan pelaku pemukulan/penganiayaan kepada siapapun, termasuk kepada Abdul Azis sebagai pelapor.
  3. Mencabut status Pdt. Palti sebagai tersangka dan menyatakan bahwa Pdt. Palti Panjaitan tidak benar melakukan pemukulan/penganiayaan terhadap Abdul Azis pada misa Natal tanggal 24 Desember 2012 di Desa Jejalen Jaya.
  4. Memulihkan nama baik Pdt. Palti Panjaitan.
  5. Memberikan rekomendasi kepada penyidik Polda Metro Jaya Jakarta, yang saat ini menangani laporan HKBP Filadelfia, untuk melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap Abdul Azis, Ustd Naimun, Ramin, dkk. sebagai pelaku kekerasan terhadap Pdt. Palti Panjaitan dan Jemaat HKBP Filadelfia.
  6. Memberikan perlindungan dan jaminan beribadah bagi Jemaat HKBP Filadelfia setiap hari minggu dan kegiatan keagamaan lainnya.

 

 

Bekasi, 02 Mei 2013

 

Hormat Kami

TIM ADVOKASI DAN LITIGASI HKBP FILADELFIA

Kuasa Hukum HKBP Filadelfia, Tambun, Bekaasi

 

Contact Person:

–          Saor Siagian (Tim Advokasi HKBP Filadelfia): 0816702912

–          Judianto Simanjuntak (Tim Advokasi HKBP Filadelfia): 081381055864

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post