Rekam Jejak Mafia Peradilan

January 10, 2017Admin

Mengapa Peradilan Perlu di Awasi?

Korupsi di lembaga peradilan adalah realitas sosial yang sulit dibuktkan melalui prosedur hukum pidana. Bukan karena praktik korupsi dilakukan oleh orang – orang yang menguasai seluk beluk peradilan, tetapi karena praktik korupsi tersebut terjadi di lembaga peradilan itu sendiri.

Praktik korupsi semakin tidak terkontrol ketika pengawasan di setiap lembaga tidak berfungsi dengan baik. Sedangkan kontrol ke luar yang dilakukan masyarakat belum berjalan maksimal. Hal iniĀ  terjadi karena bagi masyarakat awam, menjalankan fungsi kontrol terhadap lembaga peradilan bukan hal yang mudah, terutama dalam melakukan penilaian atas putusan yang dikeluarkan oleh lembaga peradilan.

Dari sudut pandang inilah usaha – usaha untuk mengembangkan kegiatan pengujian terhadap putusan peradilan menjadi strategis. Letak strategisnya adalah melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif dalam mengawasi proses peradilan.

Apa itu Eksaminasi?

Eksaminasi adalah ujian atau pemeriksaan. Dalam konteks produk peradilan maka eksaminasi berarti melakukan pengujian atau pemeriksaan terhadap produk – produk tersebut. Eksaminasi sering dilakukan terhadap produk peradilan yang menyimpang.

Apa Tujuan Eksaminasi?

Tujuan eksaminasi publik secara umum adalah melakukan pengawasan terhadap produk – produk peradilan yang dikeluarkan oleh aparat peradilan. Pengawasan ini dilakukan dengan asumsi banyak produk hukum peradilan menyimpang dari aspek material dan formal. Oleh karena itu Eksaminasi oleh masyarakat perlu dilakukan.

Apa Yang Dapat di Eksaminasi?

Eksaminasi dapat dilakukan terhadap perkara pidana, perdata, niaga. Diluar bidang tersebut tetap mungkin untuk di Eksaminasi. Sebuah perkara yang dapat di Eksaminasi minimal memiliki tiga kriteria : Pertama, Dinilai sangat kontroversial, dari segi penerapan hukum acara atau hukum materialnya serta dianggap bertentangan dengan keadilan masyarakat. Kedua, Memiliki dampak sosial tinggi, karena mendapat perhatian luas dari masyarakat dan memiliki dampak langsung atau tidak langsung merugikan masyarakat, misalnya korupsi dan HAM. Ketiga, Ada indikasi korupsi atau mafia peradilan sehingga hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Siapa Yang Melakukan Kegiatan Eksaminasi?

Sebagai pengawasan dari publik, majelis eksaminasi dapat dibentuk oleh masyarakat. Selama ini kegiatan Eksaminasi publik biasanya dilakukan kelompok masyarakat yang telah terorganisir dalam memfokuskan kegiatan pada pengawasan peradilan. Tetapi tidak menutup kemungkinan, masyarakat umum membentuk majelis Eksaminasi terhadap perkara tertentu. Sebenarnya ada kelompok strategis yang bisa secara intens membentuk dan melakukan Eksaminasi yaitu perguruan tinggi terutama Fakultas Hukum. Mengapa? karena kelompok ini yang berkutat dengan analisa perkara dan secara intens mempelajari masalah hukum. Tetapi saat ini masih sedikit kampus – kampus yang melakukannya.

Apa Yang Dimaksud Majelis Eksaminasi?

Majelis Eksaminasi adalah majelis yang terdiri dari pihak – pihak yang dianggap kredibel dan kompeten untuk melakukan pengujian terhadap suatu produk hukum [dalam hal ini dakwaan jaksa dan putusan hakim]. Oleh karena itu diperlukan orang – orang yang memiliki kemampuan terutama bidang hukum. Sumber daya tersebut bisa di dapatkan dari akademisi, pensiunan hakim atau jaksa yang dianggap kredibel dan punya komitmen, praktisi serta LSM yang bergerak dalam pengawasan atau pemantauan terhadap peradilan. Karena majelis ini nantinya akan berhadapan dengan aparat hukum, maka sebaiknya majelis ini memiliki posisi tawar yang kuat di kalangan aparat hukum.

Syarat Anggota Majelis Eksaminasi

Tidak ada persyaratan sangat ketat untuk menjadi anggota majelis Eksaminasi. Intinya anggota Eksaminasi harus memiliki keahlian hukum atau keahlian lainnya yang terkait dengan perkara yang akan di Eksaminasi. Tetapi ada beberapa prasyarat yang perlu diperhatikan untuk menjadi anggota majelis Eksaminasi yaitu : tidak ada conflict of interest terhadap perkata yang di Eksaminasi, dipilih karena keahliannya, tidak sedang aktif di lembaga peradilan dan memiliki integritas dan komitmen terhadap pembaruan serta penegakan hukum.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post