Perspektif Dunia Internasional Mengenai HAM

April 25, 2017Admin

Di Indonesia, HAM telah menjadi sebuah topik yang terus hangat dibicarakan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Terlebih setelah era reformasi di mana HAM telah dirumuskan ke dalam konstitusi negara Indonesia, yaitu UUD 1945. Seluruh peraturan perundang-undangan di bawah UUD 1945 yang mengatur sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara tidak boleh bertentangan dengan UUD 1945 sehingga dapat disimpulkan bahwa HAM adalah hal yang sangat penting dalam praktik kehidupan bangsa Indonesia.

Lalu, bagaimanakah dari segi dunia internasional dalam memandang HAM? Sejauh mana pentingnya HAM dalam dunia internasional?

Memahami dan menyimpulkan mengenai bagaimana perspektif dunia internasional tersebut dapat ditelusuri baik dari sejarah, maupun peraturan-peraturan internasional.

Dari sejarahnya, kejadian mencantumkan atau mengatur mengenai hak adalah pada piagam Magna Charta 1215 di mana dalam piagam perjanjian tersebut Raja John dari Inggris memberikan jaminan beberapa hak oleh raja kepada para bangsawan Inggris beserta keturunannya seperti untuk tidak dipenjarakan tanpa adanya pemeriksaan pengadilan.

Selain Magna Charta, kemudian ada pula Petition of Rights tahun 1628 yang pertanyaan-pertanyaan mengenai hak-hak rakyat beserta jaminannya, Habeas Corpus Act (1679) yang mengatur tentang penahanan seseorang sehingga tidak terjadi kesewenang-wenangan, dan juga Bill of Rights tahun 1689. Dokumen-dokumen tersebut semuanya adalah berasal dari Inggris.

Perkembangan berikutnya adalah munculnya pemikiran mengenai HAM pada abad ke-17 ketika seorang filsuf Inggris bernama John Locke merumuskan adanya hak alamiah (natural rights) yang melekat pada setiap diri manusia, yaitu hak atas hidup, hak kebebasan, dan hak milik.

Pada saat itu, sistem pemerintahan dan politik di Inggris didominasi oleh pandangan monarki absolut di mana raja berkuasa sepenuhnya terhadap rakyat bahkan terhadap hak yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada setiap manusia.

Pandangan John Locke ini kemudian juga mempengaruhi sejarah HAM berikutnya, yaitu Revolusi Amerika yang menghasilkan Declaration of Independence dan Revolusi Perancis dengan tokohnya yang sangat terkenal, yaitu Napoleon Bonaparte yang menghasilkan Declaration des Droits de L’homme et du Citoyen atau Deklarasi Hak-Hak Asasi Manusia dan Warga Negara.

Inti dari kedua revolusi tersebut adalah sikap penentangan terhadap kesewenang-wenangan penguasa, terutama terhadap hak-hak rakyat. Kedua deklarasi tersebut memuat rumusan mengenai HAM dengan sangat jelas.

Pada Declaration of Independence, tertulis pernyataan bahwa semua manusia dianugerahi oleh Penciptanya hak hidup, kemerdekaan, dan kebebasan untuk menikmati kebahagiaan. Declaration des Droits de L’homme et du Citoyen memuat 3 hal, yaitu hak atas kebebasan (liberty), kesamaan (egality), dan persaudaraan (fraternite).

Dari segi peraturan-peraturan Hukum Internasional yang sudah ada sampai saat ini, sudah banyak yang mengatur mengenai HAM, antara lain adalah Universal Declaration of Human Rights (Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia) yang dibuat pada tahun 1948 dan mengikat terhadap negara-negara di dunia internasional, baik secara yuridis maupun moral.

Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights), Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (International Covenant on Economic, Social, and Cultural Rights), Convention on the Prevention and Punishment of the Crime of Genocide (Konvensi tentang Pencegahan dan Hukuman Kejahatan Genosida), dan masih banyak lagi.

Dari uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa dunia dan hukum internasional memandang HAM sangatlah penting. Mulai dari sejarah perkembangan HAM di dunia internasional yang semakin menjunjung tinggi HAM dan menolak kesewenang-wenangan penguasa hingga peraturan-peraturan hukum internasional yang juga memandang HAM sangat penting.

Bahkan banyak sekali peraturan-peraturan hukum internasional yang mengikat negara-negara, hak-hak asasi manusia menjadi aspek utama yang diperhatikan dan dijadikan kajian.

Hal lain yang menunjukkan bahwa HAM adalah sangat penting dalam dunia internasional adalah karena tujuan utama pembentukan PBB adalah untuk memelihara perdamaian keamanan serta stabilitas internasional dan juga perlindungan HAM membuat kedudukan PBB adalah sebagai organisasi yang lebih tinggi kedudukannya dibanding organisasi internasional lainnya, dan Piagam PBB memiliki kedudukan lebih tinggi dari perjanjian-perjanjian internasional yang lain.

Akhirnya, penulis berharap bahwa kedudukan dan topik mengenai HAM yang sangat penting dalam dunia internasional membuat masyarakat internasional semakin peduli terhadap penegakan HAM.

Dan juga betul-betul penegakan HAM adalah karena kesadaran bahwa HAM adalah hak yang diberikan oleh Tuhan yang ada dan melekat di dalam diri setiap manusia dan tidak dapat dikurangi, sehingga harus dilindungi oleh segenap komponen masyarakat internasional, bukan menjadikan HAM sebagai alat untuk mencapai kepetingan politik.

 

Sumber : http://www.qureta.com/post/perspektif-dunia-internasional-mengenai-ham

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post