Pengungsi Sampang Mulai Jenuh!

September 28, 2012lbhu

Kelompok Syiah yang menjadi korban kekerasan di Sampang, Madura, sudah mulai jenuh tinggal di pengungsian di GOR Sampang dengan fasilitas seadanya. Mereka ingin pulang secepatnya dengan jaminan perlindungan dari aparat keamanan.

“Para pengungsi sudah mulai jenuh dan ingin pulang kampung,” kata anggota Tim Advokasi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universalia untuk Pengungsi Sampang, Agus Setiawan, saat dihubungi dari Jakarta, Senin (10/9).

Hingga kini ada sekitar 240 pengungsi dari kelompok Syiah di GOR Sampang. Mereka adalah korban penyerangan massa di Kampung Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Sampang, Madura, akhir Agustus lalu. Kekerasan mengakibatkan satu orang tewas, sejumlah orang terluka, dan puluhan rumah dibakar, serta harta benda ludes.

Agus Setiawan mengungkapkan, sebagian pengungsi remaja sudah meninggal GOR untuk meneruskan pendidikan. Sedangkan kaum tua memilih tinggal di keluarganya di Jawa. Sebagian besar pengungsi masih tinggal di penampungan dengan fasilitas seadanya.

“Mereka gelisah karena belum memperoleh kepastian kapan mereka dapat kembali ke kampung halaman. Apalagi, tembakau di ladang saat ini sudah siap panen,” katanya.

Para pengungsi menolak gagasan relokasi ke tempat lain. Soalnya, Kampung Nangkernang merupakan tempat lahir, besar, dan hidup mereka. Mereka berharap, pemerintah tidak memaksakan ide pemindahan itu, tanpa meminta persetujuan para pengungsi.

{fcomment}

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post