Penahanan Tajul Muluk Ilegal, Melanggar HAM

October 18, 2012lbhu

Penahanan Ustad Syiah Tajul Muluk di Lapas Sidoarjo tidak memiliki dasar hukum karena masa penahanannya telah habis pada 9 Oktober 2012. Namun, pihak Lapas tidak mengizinkan Tajul meninggalkan penjara. Dengan demikian, otoritas Lapas kini sedang melanggar hukum dan HAM karena menahan seseorang tanpa dasar hukum.

“Otoritas Lapas Sidoarjo mengatakan adalah normal untuk menahan tahanan meskipun dasar hukum untuk penahanan telah habis. Mereka bersikeras tak akan melepaskan Tajul dengan alasan menunggu perintah dari Mahkamah Agung. Menahan seseorang tanpa dasar hukum adalah pelanggaran HAM,” kata Ahmad Taufik dari Kantor LBH Universalia, tim pengacara Tajul.

Tajul divonis 2 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Sampang atas dakwaan penodaan agama. Ketika pengacara Tajul mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Timur, maka vonis Pengadilan Negeri tak mengikat secara hukum dan kasus Tajul pun diserahkan kepada Pengadilan Tinggi. Begitupun ketika pengacara mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung setelah Pengadilan Tinggi menjatuhkan vonis lebih berat 4 tahun, maka vonis tersebut tak mengikat secara hukum dan kasus Tajul diserahkan ke Mahkamah Agung.

Kini, hak penahanan ada pada Mahkamah Agung. Namun, Mahkamah Agung tidak mengeluarkan perintah perpanjangan masa penahanan hingga masa penahanan Tajul dan perpanjangannya habis pada 9 Oktober 2012. Karena itu, otoritas Lapas Sidoarjo kini menahan seseorang tanpa dasar hukum. Dengan terus menahan Tajul, maka Lapas Sidoarjo juga melawan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor 01 Tahun 2011 yang memerintahkan pelepasan tahanan segera begitu masa penahanan dan perpanjangannya habis. Karena itu, otoritas Lapas harus diberi sanksi oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Jakarta, 18 Oktober 2012
Kantor LBH Universalia

Hertasning Ichlas, SH, MH
Direktur Eksekutif

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post