Paskah Universalia

March 31, 2013Admin

alt

Paskah (bahasa Latin: Páscha, bahasa Yunani: Πάσχα, Paskha; bahasa Aram: פַּסחא‎ Pasḥa; dari bahasa Ibrani: פֶּסַח Pesaḥ adalah perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen. Bagi umat Kristen, Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai “anak domba Paskah”; jemaat Kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan, dan pada hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati. Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus, seperti yang tercatat di dalam keempat Injil di Perjanjian Baru. Perayaan ini juga dinamakan Minggu Paskah, Hari Kebangkitan, atau Minggu Kebangkitan.

Banyak elemen budaya, termasuk kelinci Paskah, telur Paskah, dan mengirim kartu Paskah telah menjadi bagian dari perayaan Paskah modern, dan elemen-elemen tersebut biasa dirayakan oleh umat Kristen maupun non-Kristen. Lain halnya dengan yang diselenggarakan oleh YLBH Universalia ini, yaitu dengan panggang ikan dua dimensi (laut dan tawar).

Bagi YLBH Universalia, tahun ini adalah tahun berkah dengan hadirnya Agus Setiawan yang mengabdikan diri selama enam bulan menemani para pengungsi Syiah Sampang, bahkan di saat Natal, 25 Desember 2012, ia tak kunjung pulang untuk merayakannya bersama keluarga. Ia lebih memilih merayakan kelahiran Sang Juru Selamat itu di GOR Sampang tanpa hingar bingar. Baginya meneladani pekerti Yesus bisa di mana saja.

Pada bulan ke-7 pengungsian ini, ia kembali ke Jakarta untuk merampungkan catatannya tentang Sampang. Di sela-sela itu, para anggota tim YLBH Universalia berinisiatif merayakan sebuah pesta kecil-kecilan untuk beliau secara khusus di hari Paskah ini, Jumat Agung (29/3/13), demi menyemangati diri dan merecharge semangat kebangkitan Sang Juru Selamat akhir zaman, pembela al-Mahdi, ialah Yesus putra Nazaret.

Acara yang digelar pada malam Sabtu itu, untuk menunjukkan bahwa menjaga persaudaraan (baca: ukhuwah) itu tidak saja terbatas pada satu agama, tapi juga lintas agama. Selain itu, kami sangat terbuka untuk dialog, karena sebelum menjadi siapapun, kita adalah manusia. Kami yakin bahwa negeri ini akan terus mencapai puncak kejayaannya dengan semangat kebersamaan dalam bingkai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Happy Easter.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post