MUDAWI, KAKAK MAT ROSYID (PEGOWES) DIANCAM DIBAKAR RUMAHNYA JIKA TAK TANDATANGANI SURAT KEMBALI KE SUNNI

June 21, 2013Admin

Saat sepuluh (10) Pegowes Syi’ah Sampang berkeringat mengayuh sepedanya menempuh jarak ratusan kilometer dari Sampang hingga Jakarta guna menuntut janji Presiden SBY untuk memulangkan mereka, bangsa Indonesia terhenyak oleh aksi biadab Pemkab Sampang pada tanggal 20 Juni 2013 kemarin yang dengan dalih ‘istighotsah’ mengusir paksa pengungsi Syi’ah dari GOR. Sebagaimana diketahui, pengusiran ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati beserta Bakesbangpol bekerjasama dengan Kyai-Kyai intoleran yang menggunakan acara istighotsah yang mestinya damai dan sejuk, menjadi ajang pencaci-makian, pengkafiran, dan pengusiran paksa pada para pengungsi yang sudah 9 bulan terusir dari kampung halamannya ini. Hingga sekarang, para pengungsi dipaksa pindah ke Rusunawa di Sidoarjo tanpa kejelasan kapan akan pulang ke kampung halamannya.

Tak hanya di pengungsian, di kampung halaman mereka pun, kelompok intoleran masih mengancam Muslimin Syi’ah. Mat Rasyid (24), salah seorang pegowes mengabarkan bahwa kakaknya di kampung, Mudawi (45), saat pergi mengunjungi orangtuanya di Surabaya, rumahnya didatangi oleh Adnan (40an tahun) pagi hari pada pukul 09.00 wib. Adnan mengancam Santi (21), adik Mudawi, agar kakaknya menandatangi surat kembali ke madzhab Sunni. Jika Mudawi menolak, dalam jangka waktu 3 hari, Adnan yang dikenal di kampung sebagai preman ini mengancam akan membakar rumah Mudawi.

Menanggapi ancaman Adnan yang akan membakar rumahnya, Mat Rasyid yang menghubungi kakaknya dengan telepon mengatakan Mudawi secara tegas bersikap teguh pada keyakinannya dan berkata, “Daripada disuruh tandatangan, lebih baik rumah dibakar!”

Oleh karena itu, YLBH Universalia, selaku pendamping Syi’ah Sampang menuntut:

1. Presiden SBY harus menepati janjinya seperti yang diucapkannya dalam pidato ketika mendapat penghargaan dari Appeal of Conscience Foundation (ACF) yaitu tidak mentolelir setiap bentuk kekerasan dari kelompok mana pun dengan mengatasnamakan agama dan akan menjaga kerukunan masyarakat.

2. Gubernur Jawa Timur dan Bupati Sampang harus bertanggungjawab dan mengembalikan pengungsi Syi’ah ke kampung halamannya serta memastikan jaminan keamanan mereka.

3. Mengajak masyarakat luas untuk melakukan rekonsiliasi dan mendukung pengembalian pengungsi Syi’ah Sampang ke kampung halamannya.

4. Pemerintah harus melindungi hak asasi warganya untuk memilih keyakinan dan kepercayaannya tanpa ada paksaan.

 

Jakarta, 21 Juni 2013

YLBH Universalia

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post