Menlu Iran Ajak RI Sama-sama Tolak Kekerasan Berkedok Agama

March 7, 2014Admin
Warga Syiah di Sampang mengungsi dikawal polisi bersenjata beberapa waktu lalu.
Warga Syiah di Sampang mengungsi dikawal polisi bersenjata beberapa waktu lalu.

ylbhu.org – Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengajak Indonesia untuk bekerja sama menolak intoleransi, ekstrimisme dan kekerasan berkedok agama. Menurut Javad, sebagai dua negara berpenduduk Islam terbesar, sudah sepatutnya Indonesia dan Iran mempromosikan dan menyebar pesan perdamaian kepada seluruh pemeluk agama.

Demikian ajakan Menlu Javad di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, pada Kamis, 6 Maret 2014. Javad mengatakan hal itu ketika wartawan bertanya sikap Pemerintah Iran terhadap penyerangan kaum Syiah di Sampang, Jawa Timur.

“Saya berharap Indonesia dan Iran dapat berada di garda terdepan sebagai kedua negara Muslim yang penting untuk menyerukan dan mempromosikan perdamaian serta stabilitas kepada kaum Muslim dan pemeluk agama lainnya,” kata Javad.

Menurut Javad, itulah satu-satunya cara untuk memberikan perlindungan kepada kaum Syiah di seluruh dunia. Konflik Syiah di Sampang sudah berlangsung sejak lama. Mereka terusir terkait perbedaan ajaran dengan kaum Sunni.

Menurut Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, konflik ini berawal dari masalah keluarga, yang berujung pada pembakaran kompleks pesantren Islam Syiah, Nangkerang, Sampang.

Kini sebanyak 235 jiwa atau 69 kepala keluarga Syiah Sampang diungsikan pemerintah ke rumah susun Puspo Agro di Jawa Timur. Menurut Menko Polhukam Djoko Suyanto, pengungsian ini bersifat sementara hingga proses rekonsiliasi selesai.

Namun, Menteri Agama, Suryadharma Ali, pada akhir 2013, optimistis warga Syiah Sampang dapat kembali ke kampung halaman mereka. Hal itu dia simpulkan berdasarkan pertemuan antara warga Sunni dan Syiah yang dilaksanakan pada 24 Juli 2013. (ren)

sumberĀ  http://news.viva.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post