Mekanisme Advokasi

January 6, 2017Admin

Tidak ada yang baku dalam melakukan advokasi. Kenyatannya ada berbagai macam langkah advokasi. Berbagai kreasi dan inovasi langkah advokasi berkembang dengan dinamis. Hal ini sangat dipengaruhi oleh konteks ekonomi, sosial, budaya, politik, hukum dan keamanan setempat.

Berbagai terobosan langkah diperlukan untuk menjawab tantangan advokasi. Dan yang perlu di ingat, advokasi bukan semata berpegang pada proses, akan tetapi langkah yang dilakukan harus berorientassi pada keberhasilan advokasi.

Berikut ini adalah langkah langkah yang ditempuh dalam advokasi :

1. Pengumpulan Data

Dalam melakukan advokasi, langkah pertama adalah pengumpulan data dan informasi. Langkah ini menjadi penting untuk memastikan strategi tepat dalam advokasi. Kesalahan atau kekurangan data dan informasi dapat berakibat gagal dalam menentukan advokasi.

Pengumpulan data bisa dilakukan dengan turun ke lapangan atau tempat kejadian perkara dengan mencari data primer. Pencarian fakta dilakukan dengan menghimpun informasi langsung dari saksi saksi yang melihat, mendengar, atau mengalami peristiwa.

Pengumpulan data dapat pula dilakukan dengan mencari data sekunder melalui sumber sumber lain yang sesuai, hasil hasil yang diperoleh dilengkapi dengan bukti bukti tertulis, lisan atau kesaksian.

2. Perencanaan Strategi Advokasi

Setelah data terkumpul langkah selanjutny adalah merencanakan startegi advokasi meliputi :

  • Pemetaan masalah
  • Pemetaan aktor dan relasi kuasa
  • Pemetaan kelemahan dan kekuatan
  • Penentuan langkah advokasi

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan analisis akar masalah. Hal ini penting karena seringkali dalam suatu peristiwa begitu banyak masalah yang muncul. Di antara berbagai masalah ada yang merupakan cabang masalah dan ada yang merupakan akar masalah.

Advokasi sering tidak berhasil karena hanya mengambil cabang masalah, bukan akar masalah. Akibatnya akar masalah masih tetap ada dan terus menimbulkan hal yang tidak berkesudahan.

Selanjutnya adalah memetakkan pihak pihak yang terlibat serta relasi kuasa antara pihak pihak tersebut. Misanya, siapa pelaku, latar belakang pelaku, bagaimana relasi dengan pemerintah, bagaimana kecenderungan pemerintah dan pihak pihak lainnya.

3. Membentuk Lingkar Inti

Advokasi melibatkan jumlah komunitas yang cukup besar perlu untuk membentuk lingkar inti dari beberapa orang yang dapat mewakili kelompok masyarakat. Lingkar inti bertujuan untuk berbagi tugas dan peran antara wakil kelompok yang duduk di dalam lingkar inti.

4. Penguatan dan Pemberdayaan kapasitas masyarakat

Salah satu syarat advokasi adalah masyarakat yang kuat dan berdaya. Masyarakat yang kuat akan memiliki ketahanan dalam menjalani advokasi yang bisa berlangsung lama, melelahkan dan berisiko. Selain itu dibutuhkan masyarakat yang berdaya dari sisi pengetahuan maupun keterampilan hukum dan bidang bidang lainnya, agar masyarakat dapat menghadapi permasalahan sendiri dan mencegah permasalahan terulang di waktu mendatang.

5. Menggalang Dukungan Publik [Kampanye]

Pada saat melakukan advokasi penting untuk menggalang dukungan publik. Dukungan publik dibutuhkan untuk meningkatkan posisi tawar korban di hadapan pengambil kebijakan. Sebab dalam posisi tidak seimbang sulit bagi korban untuk advokasi masalahnnya.

6. Perluasan Jaringan

Salah satu kekuatan advokasi masyarakat adalah dengan seluas mungkin memperoleh dukungan, baik dari publik maupun organisasi masyarakat sipil lain yang memiliki kepedulian dan perjuangan yang sama untuk menegakkan HAM.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post