Intoleransi Beragama di Indonesia Masih Marak, SBY Malah dapat Award

May 26, 2013Admin

altSenin, 6 Mei 2013, dari Jalan Merdeka Jakarta Pusat, puluhan orang dari berbagai kelompok minoritas melakukan longmarch dan aksi demonstrasi di Kedubes AS. Hal ini dikarenakan sebuah LSM di Amerika Serikat, The Appeal of Conscience Foundation, pada tanggal 30 Mei nanti rencananya akan memberikan penghargaan ‘World Statesman’ kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Penghargaan itu diberikan kepada SBY karena LSM Amerika ini menganggap SBY sukses membuat Indonesia menjadi negara yang menjunjung tinggi toleransi beragama.

Rencana pemberian Award ini tentu saja membuat gerah banyak kelompok minoritas di Indonesia yang selama ini menjadi korban intoleransi dan aksi-aksi kekerasan oleh kelompok mayoritas yang dibiarkan begitu saja oleh pemerintah. Tidak hanya kerugian harta benda, rumah peribadatan, bahkan nyawa pun melayang karena aksi-aksi kekerasan dan intoleransi ini. Belum hilang dari benak kita kasus penyerangan GKI Yasmin di Bekasi, tragedi Ahmadiyah di Cikeusik, juga tragedi Syi’ah Sampang yang sampai saat ini tidak ditindak tegas dan dibiarkan terlunta-lunta oleh aparat pemerintah.

Selama masa pemerintahan SBY sendiri tercatat pada tahun 2007 ada 135 kasus intoleransi terhadap kebebasan hak beragama dan berkeyakinan, di tahun 2009 tercatat 200 kasus, tahun 2010 tercatat 200 kasus, tahun 2011 tercatat 244 kasus, dan di tahun 2012 tercatat 264 kasus yang terekam oleh Aliansi Kebhinekaan. Namun anehnya, Appeal of Conscience Foundation yang mottonya adalah “a crime committed in the name of religion is the greatest crime against religion” menutup mata terhadap fakta-fakta ini. Aliansi Kebhinekaan, menuntut sikap fair dan sikap kenegarawanan Presiden SBY. SBY tidak boleh hanya menerima penghargaan toleransi ini namun di saat yang sama menutup mata terhadap kasus-kasus pelanggaran hak-hak keberagamaan di Indonesia karena jika itu yang terus dilakukan Presiden SBY, berarti dia bukan hanya menipu dirinya sendiri, tetapi dia menipu seluruh rakyat Indonesia dan dunia.

Fakta-fakta inilah yang membuat Aliansi Kebhinekaan menolak dengan tegas penghargaan Award pada SBY dari LSM Amerika ini. Namun sangat disesalkan, pihak Kedubes AS dengan arogan menolak untuk bertemu perwakilan korban-korban aksi kekerasan dan intoleransi yang tergabung dalam Aliansi Kebhinekaan ini.  (YLBHU/JA)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post