Diskusi Sikapi Rencana Fatwa Sesat MUI Pusat

April 26, 2016Admin
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Universalia (YLBHU) bekerjasama dengan Ormas Ahlulbait Indonesia (ABI) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta, Kamis (14/4). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyikapi rencana dikeluarkannya fatwa kriteria sesat oleh MUI Pusat.
Dalam portal berita  Republika (Selasa, 22 Maret 2016) menyatakan rencana dekat MUI Pusat akan mengeluarkan semacam fatwa berisi kriteria sesat suatu paham atau ajaran yang kemudian dapat dijadikan acuan resmi bagi MUI di daerah untuk mengeluarkan fatwa sesat terhadap suatu kelompok sehingga tak perlu menunggu fatwa MUI Pusat.
Kriteria sesat yang dimaksud adalah kelompok yang menolak Khulafa al-Rasyidin, dan mencaci-maki sahabat. Kriteria tersebut sebagaimana kita ketahui ingin menyasar komunitas Muslim Syiah Indonesia karena ketiga kriteria itu selalu dikaitkan dengan paham dan ajaran yang dianut Syiah.
“Acara ini bertujuan untuk mengantisipasi fatwa MUI tentang kriteria aliran sesat, “kata Hertasning Ichlas, direktur YLBHU saat memoderatori acara. Menurutnya, fatwa terkait hal ini dapat berimplikasi pada politik dan hukum.
Wahidin peserta diskusi mewakili Litbang Departemen Agama, menyatakan, persoalan Syiah sesat hanyalah daur ulang isu saja. Bahkan, “saat Grand Syeikh al Azhar ke Indonesia bahkan menyampaikan di MUI bahwa Syiah dan Sunni itu bersaudara,” ungkap Wahidin.
Lebih lanjut ia menerangkan bahwa persoalannya bukan Syiah sesat atau tidak. Terkadang konsep dan realitas itu berbeda – misal, kalau orang Syiah mencaci sahabat – semestinya bukan isntitusi atau ajarannya yang disalahkan, “yang seharusnya dilaporkan adalah personnya,” kata Wahidin.
Terkait rukun Iman dan rukun Islam misalnya, “hanya berbeda dalam merumuskan, namun keduanya sama-sama dilaksanakan,” imbuhnya. Terkait rencana MUI, ia berharap fatwa itu tidak jadi keluar, “Ngeri juga itu karena akan menjadi legalisasi untuk melakukan kekerasan bersandar fatwa MUI”.
FGD ini juga dihadiri oleh … (Dr. H Sa’dullah Affandy M.ag Ms.i Perwakilan dari Pengurus Besar Nahdatul ulama bidang katib syuriah, Ihsan Ali-Fauzi dari PUSAD paramadina, Sugeng Teguh Santoso ketua yayasan LBH satu keadilan, Wahyudi Djaffar dari elsam, Wahyudi M.Hum dari LIPI dan Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si guru besar Psikologi Politik UI.) (Download file surat panduan hate speech)
(Sahid/YLBHU).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post