Diskusi Publik “Dilema Hukuman Mati, Perspektif Filsafat dan Hukum”

April 2, 2017Admin

Senin 27/03, Departement Riset Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra menyelenggarakan Diskusi Forum Temu Pakar dengan tema “Dilema Hukuman Mati, Perspektif Filsafat dan Hukum” yang menghadirkan para pembicara seperti Prof. Dr. Franz Magnis Suseno yang juga merupakan Guru Besar STF Driyakara, Dr. Ammar Fauzi, Kepala Departement Riset STFI Sadra dan Koordinator Lembaga Bantuan Hukum Universalia Hertasning Ichlas.

 

Romo Magnis menyatakan Bahwa motif dalam merealisasikan hukuman mati dalam sebuah sistem hukum di sebuah negara tidak dapat difahami. Belum ada bukti bahwa penerapan hukuman mati dapat menurunkan angka kriminalitas atau menimbulkan efek jera bagi pelaku kejahatan. Hukuman mati sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.

 

Dr. Ammar, akar filosofis dari penerapan hukum adalah untuk menegakkan keadilan. Pelaksanaan hukum bukanlah untuk memuaskan tujuan balas dendam secara legal bagi korban tapi untuk memberi sebuah gambaran kepada generasi yang menyaksikan atau generasi yang akan datang bahwa prilaku yang melanggar hak-hak sesama bisa berakibat buruk bagi pelakunya dimata hukum. Tujuan pelaksanaan sebuah sanksi hukum adalah untuk meminimalisir frekuensi terjadinya tindak kejahatan.

 

Hertasning dari YLBHU menyatakan bahwa apapun bentuk pelaksanaan hukum disebuah negara yang sedang berlangsung, pelaksanaan itu harus ditunjang dengan perangkat pelaksana hukum yang benar-benar bisa di andalkan. Jika tujuan penerapan hukuman mati adalah untuk menegakkan keadilan, maka yang lebih layak untuk ditegakkan keadilannya adalah pemegang amanah pelaksanaan hukum tersebut yakni negara yang di dalamnya adalah jaksa polisi, hakim dan sebagainya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post