alt

9 Bulan di GOR 4 Bayi Terlahir Berstatus Pengungsi

May 24, 2013Admin

http://lbhuniversalia.org/images/stories/ali.pngTepat pukul 11:55 pada Jumat, 17 Mei 2013, Ali Kamal Haidari, bayi mungil dengan bobot 3 kg dan panjang 52 cm telah lahir dengan proses normal (tanpa operasi) di RSU Sampang. Putra pasangan Abdur Rahman warga Kadungdung dan Junaidah warga Karanggayam, Omben, Sampang, Madura ini adalah bayi keempat yang sejak lahir langsung menyandang status sebagai pengungsi.

Karena kondisinya yang masih lemah, terpaksa Ali mesti menjalani rawat inap di rumah sakit sampai benar-benar sehat.

Kurang lebih 9 bulan orangtua Ali terlantar sebagai pengungsi di GOR Sampang. Bersama 164 KK lainnya, mereka hidup di tengah keprihatinan tanpa asupan makan-minum layak dan pasokan gizi yang cukup. alt

Belum maksimalnya upaya dan perhatian Pemkab Sampang dan Pemprov Jatim adalah salah satu penyebab terkatung-katungnya nasib warga. Hal itu pula penyebab para balita, remaja, bahkan manula itu terpaksa menjalani hidup sebagai pengungsi di negeri sendiri. Mereka terusir dari kampung halamannya akibat tindakan anarkis massa intoleran dan anti kebhinnekaan yang dibiarkan berkeliaran bebas tanpa sanksi tegas aparat keamanan. Sementara aktor di balik peristiwa tak berperikemanusiaan itu ternyata
belum mendapatkan hukuman setimpal.

Sudah berulangkali ratusan warga GOR itu menuntut keseriusan Pemerintah Pusat menekan pihak Pemkab Sampang dan Pemprov Jatim, agar sesegera mungkin mengembalikan pengungsi ke kampung halaman mereka di Karanggayam dan Bluuran, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura). Namun sayang, sampai saat ini upaya tersebut belum juga membuahkan hasil optimal.

Adapun tiga bayi lain yang juga dilahirkan sebagai pengungsi adalah:

Ali Akbar
– Lahir dengan persalinan normal di RSU Sampang pada hari Senin, 1 Oktober 2012 pukul 08:15 WIB.
– Dari pasangan suami istri Ky Iklil Al-Milal (kakak Ust. Tajul Muluk) dan Ny. Rizkiyatul Fitriyah yang berasal dari Bondowoso. Mereka adalah pasangan yang bertempat tinggal di Bluuran, Gading Laok. Tanpa ada keringanan biaya dan pelayanan kurang memuaskan, Ali Akbar terpaksa dipulangkan pada sore harinya agar tidak memakan biaya lebih banyak, meskipun kondisi ibu dan bayi belum sehat 100%. Untungnya, kondisinya sangat sehat saat ini.

Mujtaba Bahesty
– Lahir dengan proses persalinan normal, di RSU Sampang pada hari Jumat, 18 Januari 2013, pukul 10.00 WIB,
– Bobot 3 kg kurang 1 ons.
– Dari pasangan suami istri Juhari dan Rokiyah, sesama warga Bluuran yang setelah menikah berdomisili di desa Karanggayam.

Dzulfiqoril Mahdi
– Lahir lewat operasi Cesar di RSU Sampang, pada hari Rabu, 13 Februari 2013 pukul 12:22 WIB.
– Berat badan 3,1 kg.
– Dari pasangan suami istri Safi’i dan Raimah, warga Karanggayam.

Akankah kelahiran Ali Kamal Haidari dan tiga bayi tanpa dosa itu mampu kembali mengetuk nurani Pemerintah Pusat, Pemprov Jatim dan Pemkab Sampang untuk mengembalikan hak konstitusional warga agar mereka dapat kembali hidup normal dengan jaminan keamanan di kampung halaman mereka? Semoga. (EY/YLBHU)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post