Sri Mulyani: Dunia Ramai-ramai Melakukan Reformasi Pajak

April 27, 2017Admin
Selain Indonesia, beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), China, dan India juga tengah melakukan reformasi perpajakan. Hal ini dikhawatirkan akan terjadi perang tarif pajak atau tax war.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan hal tersebut tidak akan terjadi. Sebab, dalam pertemuan seluruh Menteri Keuangan beberapa waktu lalu disepakati bahwa negara G20 akan menahan diri untuk mengurangi tarif pajak atau raise to bottom.
“Namun masing-masing negara memang sedang melakukan reformasi perpajakan, apakah itu dalam rangka menaikkan tax base (basis penghitungan pajak) mereka untuk mengurangi apa yang disebut BEPS (Base Erosion and Profit Shifting) ataupun dalam mengejar wajib pajak yang seharusnya bayar di negara tersebut,” ujar Sri Mulyani di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (27/4).
Lebih lanjut dikatakan, dalam pertemuan tersebut juga disepakati untuk menciptakan kesamaan level dalam perpajakan atau level of playing field. Sehingga, nantinya masing-masing negara bisa saling menghormati aturan perpajakan negara lainnya.
“Jadi mengenai arah apa yang dilakukan India, China, Indonesia juga pernah mengatakan, AS, semua ini dalam rangka setiap negara memiliki kebutuhan mengumpulkan penerimaan pajak di satu sisi, di sisi lain mereka juga ingin menjaga momentum ekonomi,” jelasnya.
Mantan Kepala Bappenas ini juga mengatakan, dengan adanya revisi Undang-Undang (UU) Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), nantinya adiministrasi perpajakan dapat dikelola secara baik, efektif, dan efisien. Sehingga nantinya pajak tidak akan membebani wajib pajak dan fiskus dalam menjalankan tugasnya.
“Indonesia saat ini sudah ada pembahasan dengan anggota dewan untuk RUU KUP yang sedang dibahas. Kami juga akan mulai menyusun UU PPh (Pajak Penghasilan) dan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) agar bisa dibahas dengan anggota dewan setelah siklus pembahasan legislasi di UU KUP selesai,” pungkasnya.
Sumber : https://m.kumparan.com/dewi-rachmat-k/sri-mulyani-dunia-ramai-ramai-melakukan-reformasi-pajak

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post